Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.
KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional, dan sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional, yang dimiliki Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia nasional yang bermutu dan produktif.
KKNI menyatakan sembilan jenjang kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang produktif. Deskripsi kualifikasi pada setiap jenjang KKNI secara komprehensif mempertimbangkan sebuah capaian pembelajaran yang utuh, yang dapat dihasilkan oleh suatu proses pendidikan baik formal, non formal, informal, maupun pengalaman mandiri untuk dapat melakukan kerja secara berkualitas. Deskripsi setiap jenjang kualifikasi juga disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni, serta perkembangan sektor-sektor pendukung perekonomian dan kesejahteraan rakyat, seperti perindustrian, pertanian, kesehatan, hukum, dan aspek lain yang terkait. Capaian pembelajaran juga mencakup aspek-aspek pembangun jati diri bangsa yang tercermin dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika yaitu menjunjung tinggi pengamalan kelima sila Pancasila dan penegakan hukum, serta mempunyai komitmen untuk menghargai keragaman agama, suku, budaya, bahasa, dan seni yang tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia.
Rabu, 14 Maret 2018
Penelitian TI
Penelitian TI : Penelitian atau riset di bidang teknologi informasi dalam memecahkan masalah yang ada.
1. Penelitian Murni TI : penelitian yang berusaha memecahkan permasalahan-permasalahan yang muncul terkait bidang TI dengan mencari solusi-solusi yang bersifat fundamental. Biasanya penelitian ini mempelajari teori yang telah ada dan mengembangkan teori fundamental terkait lainnya.
2. Penelitian Terapan TI : penelitian terapan mengacu pada penelitian yang memanfaatkan teori atau metode yang telah di kembangkan orang lain dalam cakupan penelitian murni TI, di dalam pengembangan penelitian lanjutan.
3. Penelitian Pengembangan Sistem : system yang dapat di pergunakan langsung oleh pengguna seperti system informasi dan system jaringan. Penelitian ini umumnya menerapkan berbagai teori atau metode yang telah di kembangkan baik dalam cakupan penlitian murni maupun terapan seperti dalam system database, Bahasa pemrograman, konsep jaringan dan lain-lain.
4. Penelitian Terkait Penggunaan dan Manajemen TI : penelitan terkait dengan keilmuan-keilmuan seperti ini juga banyak dilakukan. Walaupun masih dalam ruang lingkup TI, penelitian jenis ini mungkin lebih banyak dikaitkan dengan penelitian di bidang kemasyarakatan, karena yang menjadi objek penelitan biasanya adalah user/pengguna TI, administrator TI atau provide TI. Sehingga kemungkinana untuk menerapkan metodelogi penelitian seperti halnya penelitian di bidang social kemasyarakat sangat besar
Sumber :
https://www.dictio.id/t/penelitian-research-bidang-ilmu-komputer/3029
1. Penelitian Murni TI : penelitian yang berusaha memecahkan permasalahan-permasalahan yang muncul terkait bidang TI dengan mencari solusi-solusi yang bersifat fundamental. Biasanya penelitian ini mempelajari teori yang telah ada dan mengembangkan teori fundamental terkait lainnya.
2. Penelitian Terapan TI : penelitian terapan mengacu pada penelitian yang memanfaatkan teori atau metode yang telah di kembangkan orang lain dalam cakupan penelitian murni TI, di dalam pengembangan penelitian lanjutan.
3. Penelitian Pengembangan Sistem : system yang dapat di pergunakan langsung oleh pengguna seperti system informasi dan system jaringan. Penelitian ini umumnya menerapkan berbagai teori atau metode yang telah di kembangkan baik dalam cakupan penlitian murni maupun terapan seperti dalam system database, Bahasa pemrograman, konsep jaringan dan lain-lain.
4. Penelitian Terkait Penggunaan dan Manajemen TI : penelitan terkait dengan keilmuan-keilmuan seperti ini juga banyak dilakukan. Walaupun masih dalam ruang lingkup TI, penelitian jenis ini mungkin lebih banyak dikaitkan dengan penelitian di bidang kemasyarakatan, karena yang menjadi objek penelitan biasanya adalah user/pengguna TI, administrator TI atau provide TI. Sehingga kemungkinana untuk menerapkan metodelogi penelitian seperti halnya penelitian di bidang social kemasyarakat sangat besar
Sumber :
https://www.dictio.id/t/penelitian-research-bidang-ilmu-komputer/3029
Jenis-jenis penelitian
A. Penelitian menurut tujuan
1. Penelitian murni : Penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk memahami masalah organisasi secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk pengembangan ilmu administri atau manajemen.
2. Penelitian terapan : penelitian yang diarahkan untuk mendapakan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
B. Penelitian menurut metode
1. Penelitian survey : penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetap[I data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable.
2. Penelitian Ex post facto : penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui factor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.
3. Penelitian eksperimen : penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Tredapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental.
4. Penelitian naturalistic : penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah.
5. Policy research (penelitian kebijaksanaan) : penelitian yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah social yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah.
6. Action research : penelitian yang bertujuan untu mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat.
7. Penelitian evaluasi : penelitian yang berfungsi untuk menjelaska fenomena suatu kejadian, kegiatan dan product.
8. Penelitian sejarah : penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.
C. Penelitian menurut tingkat explanasinya
1. Penelitian deskriptif : Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri, baik satu variable atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain.
2. Penelitian komparatif : Penelitian yang bersifat membandingkan.
3. Penelitian asosiatif : Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variable atau lebih.
D. Penelitian menurut jenis data dan analisisnya
1. Penelitian kualitatif : Penelitian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar)
2. Penelitian kuantitatif : Penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan
Sumber :
http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2017/03/jenis-jenis-penelitian/
1. Penelitian murni : Penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk memahami masalah organisasi secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk pengembangan ilmu administri atau manajemen.
2. Penelitian terapan : penelitian yang diarahkan untuk mendapakan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
B. Penelitian menurut metode
1. Penelitian survey : penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetap[I data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable.
2. Penelitian Ex post facto : penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui factor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.
3. Penelitian eksperimen : penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Tredapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental.
4. Penelitian naturalistic : penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah.
5. Policy research (penelitian kebijaksanaan) : penelitian yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah social yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah.
6. Action research : penelitian yang bertujuan untu mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat.
7. Penelitian evaluasi : penelitian yang berfungsi untuk menjelaska fenomena suatu kejadian, kegiatan dan product.
8. Penelitian sejarah : penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.
C. Penelitian menurut tingkat explanasinya
1. Penelitian deskriptif : Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri, baik satu variable atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain.
2. Penelitian komparatif : Penelitian yang bersifat membandingkan.
3. Penelitian asosiatif : Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variable atau lebih.
D. Penelitian menurut jenis data dan analisisnya
1. Penelitian kualitatif : Penelitian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar)
2. Penelitian kuantitatif : Penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan
Sumber :
http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2017/03/jenis-jenis-penelitian/
Minggu, 30 Agustus 2015
SOLAR CELL
Solar Cell adalah salah satu jenis sensor cahaya photovoltaic, yaitu
sensor yang dapat mengubah intensitas cahaya menjadi perubahan tegangan pada
outputnya. Apabila “solar cell” menerima pancaran cahaya maka pada kedua
terminal outputnya akan keluar tegangan DC sebesar 0,5 volt hingga 0,5 volt.
Dalam aplikasinya solar cell lebih sering digunakan sebagai pembangkit listrik
DC tenaga surya (matahari). Dalam skala kecil solar cell sering kita jumpai
sebagai sumber tegangan DC pada peralatan elektronika seperti kalkulator atau
jam.
Prinsip Kerja Solar Cell Efek sel photovoltaik terjadi akibat lepasnya
elektron yang disebabkan adanya cahaya yang mengenai logam. Logam-logam yang
tergolong golongan 1 pada sistem periodik unsur-unsur seperti Lithium, Natrium,
Kalium, dan Cessium sangat mudah melepaskan elektron valensinya. Selain karena
reaksi redoks, elektron valensilogamlogam tersebut juga mudah lepas olehadanya
cahaya yang mengenai permukaan logam tersebut. Diantara logam-logam diatas
Cessium adalah logam yang paling mudah melepaskan elektronnya, sehingga lazim
digunakan sebagai foto detector.
Proses Pembangkitan Tegangan Pada Solar Cell Tegangan yang dihasilan
oleh sensor foto voltaik adalah sebanding dengan frekuensi gelombang cahaya (sesuai
konstanta Plank E = h.f). Semakin kearah warna cahaya biru, makin tinggi
tegangan yang dihasilkan. Tingginya intensitas listrik akan berpengaruh
terhadap arus listrik. Bila foto voltaik diberi beban maka arus listrik dapat
dihasilkan adalah tergantung dari intensitas cahaya yang mengenai permukaan
semikonduktor. Berikut karakteristik dari foto voltaik berdasarkan hubungan
antara intensitas cahaya dengan arus dan tegangan yang dihasilkan.
Grafik
Karakteristik Intensitas Cahaya VS Arus Dan Tegangan
Kamis, 27 Agustus 2015
Electrical Expo 2015
Electrical Expo 2015 adalah pameran yang di
selenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Sam Ratulangi
dengan tema "Masyarakat Kreatif, Teknologi Inovatif. Dengan pameran yang di selenggarkan kita bisa mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah di lakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi.
1. Lab Tenaga
Di Lab Tenaga kita mempelajari cara mengkonversi ke tenaga listrik
a. Solar Cell
Alat untuk mengkonversi tenaga matahari ke tenaga listrik
2. Lab Sistem Komputer
a. Computer Troubleshooting
Berfungsi untuk mendeteksi masalah di komputer
3. Lab Kendali
a. Robot pemadam api berkaki
b. Robot pemadam api beroda
c. Robot line Follower
d. Robot light follower
e. Robot Quadcopter
f. Robot Humanoid
4. Lab Elektronika
a. Simulasi Traffic Light
b. Sensor anti maling
5. UNITY (Unsrat IT Community)
a. Wajan Bolic
Berfungsi penguat sinyal
b. Buku tamu elektronik
Based on https://youtu.be/rkOFC-MEo6Y
Sekian terima kasih
Langganan:
Postingan (Atom)




